/180

UKOM KEBIDANAN PAKET 2


Petunjuk

  1. Jumlah Soal ada 180  dengan Total waktu 180 menit
  2. Manfaatkan waktu secara efektif; gunakan tombol Prev dan Next untuk navigasi.
  3. Jika ragu, tetap pilih jawaban terbaik terlebih dahulu — Anda dapat mengubahnya sebelum menyelesaikan tes.
  4. Setelah selesai, Anda akan melihat Laporan Hasil Tes 

1 / 180

Ny. B umur 32 tahun G3P2A0 umur kehamilan 33 minggu datang ke BPM dengan keluhan sesak napas dan cepat lelah saat melakukan aktivitas ringan seperti menyapu dan mencuci piring, keluhan hilang saat beristirahat. Pemeriksaan fisik: palpitasi, edema pada kedua kaki, TD 100/70 mmHg, nadi 92x/m. Kasus Ny. B dapat dikategorikan G3P2A0 dengan suspect..

2 / 180

Ny. M 28 tahun ke BPM mengeluh sudah 3 bulan tidak menstruasi, mual muntah hebat terutama pagi hari, keluar bercak darah coklat tua dari kemaluan. Kadang-kadang keluar gelembung seperti anggur. Hasil pemeriksaan: tinggi fundus uteri 16 cm (lebih besar dari usia kehamilan), portio tertutup, tidak ada nyeri goyang, tidak terdengar DJJ, PP test (+).

Diagnose yang tepat untuk Ny. M adalah..

3 / 180

Ny. D umur 27 tahun, G2P1A0 datang ke BPM. Ia mengeluh tidak haid selama 2 bulan dan sering mual muntah. Pagi ini ia merasakan nyeri perut bagian bawah yang tajam, dan mengeluarkan darah berwarna hitam dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, Nadi 110 x/mnt. TFU tidak teraba jelas. Terdapat nyeri tekan di perut bagian bawah. Pemeriksaan dalam vagina: nyeri saat porsio digoyangkan dan kavum Douglas teraba menonjol serta nyeri.

Berdasarkan kasus di atas, apakah diagnosis yang paling mungkin?

4 / 180

Ny. A, 28 tahun, datang ke BPM pada tanggal 21 Oktober 2024 untuk memeriksakan kehamilannya. HPHT 15 Juli 2024. Ini kehamilan kedua, anak pertama berusia 3 tahun, belum pernah keguguran. Ibu mengeluh mual muntah berlebihan, belum merasakan gerakan janin. Pemeriksaan: TFU setinggi pusat, bagian janin tidak teraba, denyut jantung janin tidak terdengar, tekanan darah 130/90 mmHg.

Berdasarkan HPHT, berapakah usia kehamilan Ny. A?

5 / 180

Ny. M, 30 tahun, P1A0, 2 jam post partum spontan, datang dengan keluhan lemas dan pusing. Hasil anamnesis: perdarahan pervaginam sebanyak 800 cc, fundus uteri setinggi pusat dan lembek. Pemeriksaan tanda vital: TD 90/60 mmHg, nadi 112 x/menit, suhu 36,5°C, RR 20 x/mnt. Akral dingin, pucat. Pasien gelisah.

Apakah derajat syok hipovolemik yang dialami pasien?

6 / 180

Ny. S, G2P1A0, umur 28 tahun, hamil 34 minggu, datang ke bidan dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu, darah berwarna merah segar, tidak disertai nyeri perut. Gerakan janin masih dirasakan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, Nadi 84 x/menit, Suhu 36,5°C, DJJ 140 x/menit, palpasi perut lembek, bagian terendah belum masuk PAP.

Diagnosa yang paling mungkin adalah..

7 / 180

Ny. B umur 25 tahun, datang ke BPM mengeluh kram ringan di perut bagian bawah sejak kemarin. Ini kehamilan pertamanya. Hasil pemeriksaan abdomen menunjukkan TFU 2 jari di atas symphisis pubis. Inspekulo serviks tertutup, tidak ada perdarahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan TFU, usia kehamilan Ny. B adalah...

8 / 180

Ny. A umur $30$ tahun datang ke BPM, kehamilan ke $3$ dengan amenorea $4$ bulan, mengeluh keluar bercak kecoklatan sejak $3$ hari lalu, tidak ada nyeri perut. Sebelumnya ia merasakan mual muntah, namun sebulan terakhir keluhan tersebut menghilang. Hasil pemeriksaan: TD $120/80\text{ mmHg}$, TFU $3$ jari di atas simfisis, ballottement $(-)$, DJJ $(-)$.

Kemungkinan diagnose Ny. A adalah..

9 / 180

Ny. S, 28 tahun, G2P1A0, hamil 34 minggu datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat sejak 2 jam yang lalu, disertai keluar darah berwarna merah kehitaman dari jalan lahir.

Pemeriksaan: KU lemah, pucat, TD 80/60 mmHg, Nadi 110 x/menit, Hb 7,5 gr%, kontraksi uterus terus menerus, denyut jantung janin tidak terdengar.

Diagnosis pada Ny. S adalah..

10 / 180

Ny. A $32$ tahun, G2P1A0 hamil $37$ minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati dan sering sendawa. Hasil pemeriksaan TFU $31\text{ cm}$, preskep sudah masuk PAP, Djj $144\text{ x/m}$ TTV dalam batas normal. TBJ Ny. A adalah..

11 / 180

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut bagian bawah yang semakin sering dan keluar darah segar dari jalan lahir sejak 4 jam yang lalu. Riwayat terlambat haid 3 bulan dan belum pernah memeriksakan kehamilan. Kemarin pasien mengaku mengangkat galon air yang cukup berat. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. PPT (+). TFU 3 jari di atas simfisis, ostium uteri teraba membuka 1 cm, tidak ada jaringan yang teraba atau keluar dari jalan lahir. Hb 11,5 gr%.

Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

12 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0, datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut bagian bawah mendadak yang sangat hebat sejak 2 jam lalu. Ia juga mengeluh keluar bercak darah dari jalan lahir sejak 1 hari. Riwayat menstruasi terakhir 6 minggu yang lalu, siklus biasanya teratur. Pemeriksaan tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 x/menit, suhu 36,5°C. Pemeriksaan fisik: konjungtiva pucat, abdomen tegang, nyeri tekan dan nyeri lepas seluruh lapangan perut. Pemeriksaan dalam: nyeri goyang porsio, kavum Douglas menonjol dan nyeri, terdapat massa di adneksa kanan. Pemeriksaan laboratorium: Hb 8 gram%, PPT (+). USG transvaginal: kavum uteri kosong, tampak massa kompleks di adneksa kanan, cairan bebas di kavum Douglas.

Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?

13 / 180

Seorang perempuan umur 30 tahun, G2P1A0, datang ke klinik bidan mengeluh mual muntah hebat, perdarahan bercak sejak 1 minggu, dan keluar jaringan seperti anggur dari kemaluan tadi pagi. Riwayat terlambat haid 3 bulan. Pemeriksaan tanda vital TD: 150/100 mmHg, nadi 88 x/m, R 20 x/m, S:36.5°C. Palpasi abdomen TFU setinggi 16 jari di atas symfisis (seharusnya 12 minggu = 3 jari), ballotement negatif, tidak terdengar denyut jantung janin. Pemeriksaan spekulum: tampak jaringan vesikuler di vagina.

Apakah diagnose yang tepat pada kasus di atas..

14 / 180

Seorang perempuan umur 25 tahun datang ke bidan dengan keluhan mual muntah hebat lebih dari 12x/hari sejak 1 minggu, tidak bisa makan dan minum, serta lemas. Riwayat amenorea 3 bulan, dan perut dirasa cepat membesar. Pasien juga mengeluarkan bercak darah berwarna coklat dari kemaluan tanpa nyeri. Pemeriksaan fisik: TD 140/90 mmHg, nadi 100 x/m, RR 24 x/m, suhu 36,8°C, konjungtiva pucat. Palpasi abdomen: TFU setinggi 4 jari di atas pusat (setara 24 minggu), tidak teraba bagian janin, tidak ada nyeri tekan. Auskultasi: denyut jantung janin tidak terdengar. Pemeriksaan inspekulo: terdapat darah coklat dari ostium uteri.

Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?

15 / 180

Seorang ibu usia 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 8 bulan datang ke puskesmas dengan keluhan keluar darah segar dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Ibu tidak merasakan nyeri perut. Hasil pemeriksaan: kesadaran compos mentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 84 x/i, pernafasan 20 x/i, suhu 36,8°C. TFU 30 cm, teraba bagian bawah janin belum masuk pintu atas panggul, DJJ 140 x/i, kontraksi uterus tidak ada. Pada inspeksi tampak darah segar keluar dari vagina.

Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

16 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun, GI PO A0, mengeluh mual muntah, demam menggigil, nyeri pinggang kanan, dan nyeri saat berkemih sejak 3 hari yang lalu. Ia juga merasa lemas. TD: 110/70 mmHg, N: 100 x/mnt, pernafasan 24 x/mnt, Suhu: 39°C. Pemeriksaan fisik: nyeri ketok sudut kostovertebra kanan positif, tidak ada kontraksi uterus, bunyi jantung janin 140 dpm. Hb 11 gr%, leukosit 16.000/mm3, urinalisis: leukosit 50/LPB, nitrit positif, bakteri banyak.

Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?

17 / 180

Ny. S G3P1A1, umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan perdarahan pervaginam berwarna merah segar sejak 2 jam yang lalu, tidak disertai nyeri perut. Perdarahan muncul tiba-tiba saat ibu sedang tidur. Riwayat persalinan sebelumnya dengan operasi sesar. Pemeriksaan: DJJ 140 x/mnt, perut teraba lembek, tidak ada kontraksi, kepala janin belum masuk pintu atas panggul. TD 110/70 mmHg, N 84 x/m, S 36,5°C.

Diagnosis yang paling tepat pada kasus di atas adalah?

18 / 180

Ny. M 30 tahun, G2P1A0, hamil 35 minggu datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri perut hebat mendadak sejak 1 jam yang lalu, disertai keluar darah pervaginam berwarna merah tua. Nyeri dirasakan terus menerus. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Hasil pemeriksaan: KU lemah, pucat, TD 160/100 mmHg, N: 100x/menit, RR: 24x/menit, TFU 35 cm, uterus teraba keras dan tegang, denyut jantung janin tidak terdengar.

Diagnosis yang paling tepat untuk Ny. M adalah

19 / 180

Seorang ibu berumur 25 tahun, primigravida, usia kehamilan 20 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilannya. Anamnesis: tidak ada keluhan berarti. Pemeriksaan: TFU 3 jari di bawah pusat, DJJ 140 x/m, TTV dalam batas normal.

Konseling apakah yang paling tepat disampaikan oleh bidan pada kunjungan ini?

20 / 180

Seorang perempuan umur 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke BPM dengan keluhan kenceng-kenceng. Hasil anamnesis: his 3 kali dalam 10 menit, durasi 40 detik, teratur. Pemeriksaan dalam: pembukaan serviks 5 cm, selaput ketuban utuh, kepala di Hodge II. Setelah 4 jam, pembukaan tetap 5 cm, kepala janin tidak mengalami penurunan. Bidan mencurigai disproporsi sefalopelvik (CPD) dan melakukan pemeriksaan dalam lebih lanjut dengan mengukur jarak dari promontorium ke tepi bawah simfisis pubis.

Apakah nama diameter panggul yang diukur tersebut?

21 / 180

Ny. R, 38 tahun, G5P4A0, hamil 34 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu, tanpa rasa nyeri. Darah berwarna merah segar seperti air cucian daging. Riwayat persalinan sebelumnya selalu normal, tidak pernah mengalami operasi atau perdarahan. TD 130/80 mmHg, Nadi 84 x/m, Suhu 36,5°C, Pernafasan 20 x/m. Pemeriksaan Leopold: TFU 32 cm, bagian bawah teraba bokong, DJJ 136 x/m. Inspekulo tampak darah dari OUE, belum dilakukan periksa dalam. Apakah diagnosis yang paling tepat?

22 / 180

Ny. Sari baru melahirkan di puskesmas 2 jam yang lalu, bayi lahir spontan, BB 3200 gram, panjang 50 cm, perempuan. Hasil pengkajian: KU ibu baik, TD 120/80 mmHg, N 80 x/m, kontraksi uterus keras, TFU 1 jari di atas pusat, plasenta lahir lengkap. Setelah 30 menit, ibu mengeluh ingin buang air kecil namun tidak bisa, dan kandung kemih teraba penuh.

Apakah asuhan yang tepat pada ibu tersebut?

23 / 180

Ny. Sari usia 28 th G3 P2 A0, hamil 10 minggu datang ke klinik bersalin dengan keluhan keluar bercak darah segar dari jalan lahir sejak 1 hari, tidak disertai nyeri perut. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, nadi 80 x/m, suhu 36,5°C, tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan, inspekulo: ostium uteri eksternum tertutup, tidak ada jaringan yang menonjol. Pemeriksaan dalam tidak dilakukan atas permintaan pasien.
Apakah diagnosis yang paling tepat untuk Ny. Sari?

24 / 180

Ny. S melahirkan anak pertama G1 P0 A0 di BPM. Setelah plasenta lahir lengkap, 30 menit kemudian terjadi perdarahan pervaginam sebanyak 600 cc. Uterus teraba lunak, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat, ibu tampak pucat, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 100 x/menit. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut?

25 / 180

Ny. B umur 28 th G3 P2 A0 hamil 40 minggu datang ke bidan dengan keluhan sakit perut hebat mendadak, keluar darah dari jalan lahir sedikit, dan rasa pusing yang sangat. Riwayat persalinan sebelumnya operasi sesar karena panggul sempit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perut tegang dan nyeri tekan, teraba bagian-bagian kecil janin di bawah dinding perut, bagian presentasi tidak teraba di pintu atas panggul. DJJ tidak terdengar. Hasil pemeriksaan fisik TD 90/60 mmHg, nadi 120 x/m, suhu 36,5°C. Apakah yang mengakibatkan kasus tersebut terjadi?

26 / 180

Seorang bidan menolong persalinan di BPM. Ny. R umur 26 tahun G2P1A0 hamil 40 minggu, inpartu kala II dengan presentasi bokong. Setelah bokong dan bahu lahir, bidan melakukan manuver Mauriceau-Smellie-Veit untuk melahirkan kepala. Saat melakukan traksi ke bawah, ia menarik terlalu kuat sehingga kepala bayi mengalami hiperekstensi.

Apakah komplikasi utama yang dapat terjadi pada bayi akibat tindakan tersebut?

27 / 180

Ny. N 28 th hamil 39 minggu G3P2A0 datang ke praktik bidan, sedang dalam proses persalinan kala II. Presentasi kepala, punggung kiri, TFU 37 cm, DJJ 140 x/menit teratur. Setelah kepala janin lahir dan terjadi putaran paksi luar, dilakukan pertolongan lahirnya bahu anterior dengan episiotomi. Setelah bahu posterior lahir, dilakukan pemeriksaan perineum. Terdapat robekan yang meluas dari vagina hingga mengenai otot-otot perineum dan sfingter ani eksternus, namun mukosa rektum utuh. Apakah diagnosis yang tepat?

28 / 180

Ny. A umur 28 th G1 P0 A1 datang ke BPS dengan keluhan tidak menstruasi sejak 2 bulan yang lalu. Ia juga mengeluh nyeri perut bagian bawah yang memberat saat berhubungan dan keluar bercak darah berwarna coklat tua. Hasil pemeriksaan dalam: uterus retrofleksi terfiksasi, kavum Douglasi nyeri, tidak teraba massa. Tes kehamilan negatif.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?

29 / 180

Ny. D 28 th G2P1A0 umur kehamilan 32 minggu datang ke BPS dengan keluhan perdarahan pervaginam berwarna merah segar tanpa disertai nyeri perut. Pemeriksaan fisik: konjungtiva pucat, TD 100/70 mmHg, nadi 100 x/m. Pemeriksaan obstetri: TFU sesuai umur kehamilan, bagian terbawah janin belum masuk PAP, DJJ 140 x/m.

Apabila penyakit Ny. D berlanjut, kemungkinan akan terjadi komplikasi berupa?

30 / 180

Ny. Rani 28 th G2P1A0 hamil 39 minggu ke RS dengan kontraksi teratur. Dari pemeriksaan di dapat kan bahwa pembukaan lengkap, kepala di H IV. Setelah di pimpin meneran 30 menit bayi lahir spontan, plasenta lahir lengkap. Namun 15 menit kemudian terjadi perdarahan aktif, uterus lembek, kontraksi tidak kuat. Selama hamil Ny. Rani mengeluh sering lemas, pusing, cepat lelah, dan konjungtiva pucat. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, nadi 100 x/m, suhu 37°C. Hasil lab sebelumnya Hb 8,2 g/dL.

Apakah faktor predisposisi yang paling mungkin menyebabkan kesulitan seperti yang di alami Ny. Rani?

31 / 180

Ny. M, 28 tahun, P1 A0, postpartum hari ke 5 setelah persalinan spontan. Bayi lahir sehat dan menyusui kuat. Saat ini payudara kanan teraba hangat, kemerahan, bengkak, dan nyeri hebat. Suhu tubuh 38,5°C. Ny. M tampak cemas dan sering menangis karena khawatir tidak mampu merawat bayinya, namun tetap kooperatif saat diajak berkomunikasi.

Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus di atas?

32 / 180

Ny. S, 25 tahun, P1A0, postpartum 2 jam, bersalin spontan normal dengan episiotomi dan sudah dijahit. Saat ini kolostrum lancar, bayi menyusu kuat, kontraksi uterus kuat, TFU 1 jari di bawah pusat. Kandung kemih teraba penuh, tetapi ibu belum merasakan dorongan untuk berkemih.

Apa kemungkinan komplikasi lebih lanjut yang dapat timbul akibat kondisi tersebut?

33 / 180

Seorang bayi berusia 3 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk imunisasi. Hasil pemeriksaan berat badan 5500 gram. Pada kartu KMS tercatat imunisasi yang sudah diterima: HB 0, BCG, Polio 1, dan DPT 1.

Jenis imunisasi apa yang harus diberikan pada kasus tersebut?

34 / 180

Seorang bayi berusia 2 bulan dibawa ibunya ke puskesmas untuk imunisasi DPT. Hasil pemeriksaan berat badan 5000 gram, kondisi bayi sehat dan belum pernah mendapat imunisasi DPT sebelumnya.

Bagaimanakah cara penyuntikan imunisasi tersebut?

35 / 180

Seorang perempuan usia 36 tahun datang ke RB. Klien mengatakan melahirkan anak ketiganya 6 minggu yang lalu, belum pernah menggunakan kontrasepsi, hasil pemeriksaan terdapat varises dan hipertensi.

Apakah alat kontrasepsi yang cocok untuk perempuan dalam kasus di atas?

36 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun, P2 A0, postpartum 5 hari, datang ke BPM dengan keluhan demam tinggi, menggigil, nyeri perut bagian bawah, dan keluar lochea berbau busuk. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, Nadi 90 x/menit, Suhu 39,2°C. Pemeriksaan dalam: uterus teraba setinggi 2 jari di bawah pusat, lembek, nyeri tekan, tidak ada fluktuasi atau penonjolan di kavum Douglas.

Apakah diagnosis yang paling mungkin?

37 / 180

Seorang perempuan usia 30 tahun P2 A0 postpartum 14 hari datang ke bidan dengan keluhan payudara kanan nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan teraba benjolan yang terasa berisi cairan. Tidak ada riwayat demam tinggi.

Apakah diagnosis yang paling tepat?

38 / 180

Seorang perempuan usia 28 tahun melahirkan di BPM. Setelah 30 menit kelahiran bayi, plasenta belum lahir, terdapat perdarahan pervaginam sedikit, uterus teraba keras dan setinggi pusat. Vital sign: TD 100/70 mmHg, nadi 88 x/m, pernapasan 20 x/m, suhu 36,7°C.

Apakah diagnosis pada kasus di atas..

39 / 180

Seorang perempuan berusia 32 tahun, P2A0, baru saja melahirkan di BPM 30 menit yang lalu. Bidan melakukan pemeriksaan: uterus teraba lembek, tinggi fundus uteri setinggi pusat, perdarahan pervaginam aktif berwarna merah segar, estimasi kehilangan darah ±400 mL. Tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 x/menit, suhu 36,7°C, pernapasan 22 x/menit. Apakah tindakan segera yang paling tepat?

40 / 180

Bidan melakukan kunjungan rumah pada seorang perempuan berusia 30 tahun P1 A0 postpartum 5 hari. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, TFU 4 jari di bawah pusat, lochea sanguinolenta.

Apakah asuhan yang paling tepat diberikan bidan pada klien dalam kasus di atas?

41 / 180

Ny. S, 25 tahun, G2P1A0, datang dengan keluhan tidak haid selama 12 minggu, kemudian timbul perdarahan bercak yang semakin banyak sejak 5 hari, dan semalam keluar gelembung-gelembung seperti anggur. Ia juga mengeluh mual muntah hebat hingga lemas dan berdebar. Pemeriksaan VT: uterus membesar sebesar 16 minggu, teraba lunak, tidak teraba bagian janin, dan tidak ballotement.

Dugaan diagnosis yang paling mungkin adalah..

42 / 180

Seorang perempuan, Ny. S, 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 37 minggu, datang ke bidan dengan keluhan sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan: TD 170/120 mmHg, proteinuria +++, edema pretibial positif. Asuhan kebidanan yang tepat untuk Ny. S adalah...

43 / 180

Seorang perempuan berusia 58 tahun datang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir setelah 10 tahun menopause. Pemeriksaan inspekulo tampak ostium uteri eksternum tertutup, sedikit darah berasal dari kanalis servikalis. Pemeriksaan bimanual tidak ada pembesaran uterus dan adneksa.

Untuk memastikan diagnosis kasus di atas, perlu pemeriksaan..

44 / 180

Seorang perempuan berusia 27 tahun, G2P1A0, datang ke Puskesmas dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 2 jam yang lalu setelah mengangkat beban berat. Riwayat menstruasi: telat haid selama 3 bulan, gerakan janin belum dirasakan. Hasil pemeriksaan: kesadaran baik, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 100 kali/menit, perut teraba massa sebesar telur angsa setinggi simfisis, nyeri tekan ringan. Pemeriksaan inspekulo: ostium uteri eksternum terbuka, teraba jaringan di kanalis servikalis. Tindakan medis yang tepat untuk pasien ini adalah..

45 / 180

Ny. A, 40 tahun, P2A1, datang dengan keluhan haid yang memanjang hingga 14 hari, darah banyak, disertai nyeri perut bawah. Ia juga mengeluh flek di luar siklus haid dan perdarahan setelah berhubungan. Pasien merasa lemas dan pusing.

Pemeriksaan VT: teraba massa bertangkai dari kanalis servikalis, kenyal, mudah berdarah saat dipegang. Uterus teraba normal.

Berdasarkan pemeriksaan, dugaan diagnosis adalah..

46 / 180

Seorang perempuan usia 22 tahun akan menikah tanggal 10 Agustus 2025. Ia bersama calon suaminya menginginkan selama 2 tahun pernikahan belum ingin memiliki anak. Pasangan tersebut tidak tahu harus memilih alat kontrasepsi apa. Saat ini tanggal 8 Agustus 2025 adalah hari pertama haid. Mereka datang ke praktik bidan untuk konseling pra nikah.

Bidan menyarankan untuk TIDAK menggunakan alat kontrasepsi...

47 / 180

Alat kontrasepsi IUD dan implan termasuk metode kontrasepsi yang bersifat...

48 / 180

Ny. R dan suaminya memilih kontrasepsi yang bersifat hormonal dan jangka panjang, yaitu susuk KB (implan).

Salah satu efek samping yang paling sering terjadi pada pengguna kontrasepsi tersebut adalah...

49 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun telah menjalani kuretase karena abortus inkomplet. Waktu yang tepat bagi pasangan tersebut untuk melakukan senggama setelah tindakan adalah..

50 / 180

Seorang bidan menerima kunjungan Ny. R pada tanggal 7 November 2025. Ia berencana menggunakan AKDR dan memiliki HPHT 22 Oktober 2025. Kapan waktu pemasangan AKDR yang tepat bagi Ny. R?

51 / 180

Ny. S umur 27 th datang ke Puskesmas mengeluh tidak menstruasi selama 2 bulan. Ia merasakan nyeri perut kiri bawah yang terus-menerus disertai keluar flek hitam dari kemaluan sejak 3 hari lalu. Pada pemeriksaan dalam: ostium uteri tertutup, teraba massa di adnexa kiri, terdapat nyeri goyang portio dan kavum Douglas menonjol. Tes urin kehamilan positif.

Diagnosa yang paling tepat untuk Ny. S adalah...

52 / 180

Ibu Ani berusia 32 tahun, hamil 7 bulan, datang ke puskesmas. Ini merupakan kunjungan pertama selama kehamilan karena suaminya bekerja di luar kota dan tidak ada yang mengantar. Jarak rumah ke puskesmas sangat jauh dan jalan rusak. Ibu Ani mengeluh sering pusing, pegal di pinggang, dan bengkak ringan pada kaki. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 84 x/menit, dan tidak ada proteinuria.

Apa tindakan bidan yang paling tepat?

53 / 180

Ny. S umur 28 th G3 P2 A0 umur kehamilan 32 minggu datang ke BPM dengan keluhan lemas, pusing, dan mata berkunang-kunang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, telapak tangan pucat, dan oedema pada kaki. TD 100/70 mmHg, nadi 88 x/m, Hb 6,5 gr/dL.

Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. S adalah..

54 / 180

Ny. R umur $28$ th. Hamil ke $1$ datang ke IGD dengan keluhan amenorrhoe $2$ bulan dan nyeri perut kanan bawah yang dirasakan semakin memberat sejak $6$ jam terakhir. Pasien juga mengeluhkan keluar bercak darah dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan TTV: TD $90/60$ mmHg, Nadi $104$ x/menit, Suhu $36,8^\circ$C. Pemeriksaan fisik abdomen didapatkan nyeri tekan, nyeri lepas, dan dullness pada kuadran bawah. Pemeriksaan inspekulo: fluksus minimal dari ostium, kavum douglas menonjol.
Berdasarkan kasus di atas, diagnosis untuk Ny. R adalah..

55 / 180

Ny. S, 30 tahun, G3P2A0, datang ke bidan dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak 3 jam yang lalu, disertai nyeri perut bagian bawah. Haid terakhir 10 minggu yang lalu, PP tes (+). Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 88 x/m, S 37°C, RR 20 x/m. Pemeriksaan dalam: ostium uteri terbuka dan teraba jaringan di kanalis servikalis.

Berdasarkan data di atas, diagnosa yang paling tepat untuk Ny. S adalah...

56 / 180

Ny. S GIII PII A0 umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan perdarahan per vaginam berwarna merah segar, tidak disertai nyeri perut. Gerakan janin masih dirasakan. Hasil pemeriksaan: DJJ (+), palpasi uterus lembek, bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. TD 110/70 mmHg, nadi 88 x/m, S 36,5°C.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas adalah...

57 / 180

Ny. S umur 25 th G1P0A0 datang ke BPM mengeluh keluar darah dari jalan lahir disertai gumpalan jaringan sejak 2 jam, nyeri perut bawah. Hasil pemeriksaan: TFU sesuai usia kehamilan 10 minggu, serviks terbuka 2 cm, sebagian jaringan teraba di kanalis servikalis.

Diagnosa yang paling tepat adalah...

58 / 180

Ny. R umur $30$ tahun G3P2A0 hamil $34$ minggu, datang ke BPM mengeluh sakit kepala hebat, pandangan kabur, dan bengkak pada kedua kaki. Hasil pemeriksaan: TD $150/100\text{ mmHg}$, TFU $3$ jari di bawah processus xiphoideus ($28\text{ cm}$), DJJ $144\text{ x/menit}$, edema pretibial $+2$, tidak ada perdarahan.

Untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan urin...

59 / 180

Ny. S 28 th GII PI A0 hamil 34 minggu datang ke BPM dengan keluhan perut mendadak tegang dan nyeri hebat, keluar darah dari jalan lahir berwarna kehitaman, tidak disertai riwayat terjatuh. Hasil pemeriksaan KU lemah, pucat, TD 80/50 mmHg, nadi 112 x/menit, Hb 7,2 gr%.

Diagnosis untuk Ny. S adalah..

60 / 180

Ny. A 28 tahun datang ke BPM dengan keluhan terlambat haid 2 bulan, keluar bercak darah segar sedikit, dan nyeri perut bawah ringan. Hasil pemeriksaan dalam: portio tertutup, tidak ada nyeri goyang. Tes kehamilan positif.

Diagnosa yang paling tepat untuk Ny. A adalah..

61 / 180

KASUS 1

Bayi Ny. S lahir di klinik bersalin, spontan 30 menit yang lalu, menangis kuat, BB 2.150 gram, PB 44 cm, RR 45 x/m, suhu 36,6°C dengan umur kehamilan saat lahir 38 minggu. Dari hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan kongenital maupun tanda-tanda infeksi.

Berdasarkan berat badan lahir dan usia kehamilan, bayi Ny. S diklasifikasikan sebagai...

62 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan di Puskesmas, usia kehamilan 34 minggu, berat lahir 2100 gram. Bayi tampak lemah, merintih, terdapat retraksi dada ringan, dan frekuensi napas 68 kali/menit. Suhu aksila 35,8°C. Refleks hisap lemah. Apakah tindakan awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

63 / 180

KASUS 3

Bayi Ny. R berusia 4 minggu dibawa ke Puskesmas dengan keluhan terdapat benjolan kecil kemerahan di lengan kiri atas bekas suntikan BCG 10 hari lalu. Benjolan teraba keras, tidak ada nanah, dan bayi tidak demam.

Apakah tindakan bidan yang paling tepat pada kasus tersebut?

64 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu nifas hari ke-4. Hasil pengkajian: TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea sanguinolenta, luka jahitan perineum masih basah dan edema. Ibu mengeluh nyeri saat duduk dan takut jahitannya lepas. Tindakan awal yang paling tepat adalah...

65 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada bayi usia 3 bulan. Ibu melaporkan bahwa setelah imunisasi BCG seminggu lalu, muncul benjolan merah di bekas suntikan yang kini mulai bernanah kecil. Ibu khawatir dan bertanya apakah ini normal. Apakah penjelasan yang paling tepat diberikan bidan?

66 / 180

KASUS 4

Ny. M melahirkan bayi laki-laki secara normal pukul 14.30 WIB. Bayi lahir dengan berat 3100 gram, panjang 49 cm, menangis spontan, dan warna kulit kemerahan. Setelah dilakukan penilaian awal, tidak ditemukan tanda bahaya pada bayi.

Tindakan prioritas berikutnya yang harus dilakukan bidan pada bayi Ny. M adalah...

67 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu nifas hari ke-4. Ibu mengeluh ASI tidak lancar, bayi rewel, dan payudara terasa penuh tetapi sulit dikeluarkan. Setelah diperiksa, putting susu tampak lecet dan terdapat retakan. Apakah penyebab paling mungkin dari kondisi tersebut?

68 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada bayi perempuan usia 7 hari. Ibu melaporkan bahwa tali pusat bayi belum puput dan terdapat kemerahan di sekitar pangkal tali pusat. Setelah dilakukan pengkajian, bidan mencurigai adanya infeksi ringan pada tali pusat. Tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan sesuai standar asuhan bayi baru lahir adalah...

69 / 180

KASUS 5

Ny. S melahirkan bayi pada usia kehamilan 36 minggu dengan data sebagai berikut: BB 2400 gram, PB 45 cm, LK 32 cm. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kulit tampak keriput, jaringan lemak subkutis sangat tipis, telapak tangan dan kaki tampak merah mengkilap, serta terdapat deskuamasi kulit di beberapa bagian tubuh. Refleks moro dan refleks menghisap lemah.

Bayi Ny. S dikategorikan sebagai...

70 / 180

Seorang bayi usia 3 hari dibawa ke Puskesmas dengan keluhan muntah-muntah dan tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan letargi, refleks hisap lemah, dan fontanel anterior cekung. Ibu mengatakan bayi lahir spontan di rumah dengan penolong dukun. Berdasarkan mekanisme kompensasi fisiologis, kondisi ini paling berisiko menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa berupa...

71 / 180

Ny. M berumur 30 tahun, G2P1A0 hamil 38 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut hebat mendadak sejak 1 jam yang lalu. Nyeri dirasakan terus-menerus tanpa jeda. Pasien tampak pucat, gelisah, dan berkeringat dingin. Hasil pemeriksaan bidan: tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110x/menit, perut tegang dan keras seperti papan, nyeri tekan menyeluruh, denyut jantung janin tidak terdengar, dan terdapat perdarahan pervaginam berwarna merah tua sebanyak sekitar 100 cc.

Apa diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

72 / 180

Ny. S umur 28 tahun G2P1A0 hamil 39 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan mulas sejak 4 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan dalam: pembukaan 8 cm, ketuban utuh, penurunan kepala di Hodge III. Satu jam kemudian, ibu merasa ingin meneran, ketuban pecah spontan, dan tampak tali pusat terkemuka di depan kepala.

Selain posisi bokong dan letak lintang, faktor predisposisi lain yang paling mungkin menyebabkan kondisi tersebut adalah?

73 / 180

Ny. M usia 28 th, GII PI A0, umur kehamilan 39 minggu, bersalin ditolong bidan T. Setelah kepala lahir, terjadi kesulitan melahirkan bahu depan. Taksiran berat janin 4200 gr.

Manuver yang paling tepat dilakukan bidan T untuk mengatasi kondisi tersebut adalah?

74 / 180

Ny. M usia 30 th GIII PI AI, datang ke puskesmas dengan keluhan keluar darah banyak dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu setelah melahirkan di rumah 4 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU lemah, pucat, TD 80/50 mmHg, nadi 110 x/m, TFU 2 jari di atas pusat, kontraksi uterus lembek, kandung kemih penuh. Plasenta lahir lengkap 3 jam yang lalu.

Komplikasi yang dialami Ny. M adalah

75 / 180

Ny. S umur 32 th G5 P4 A0 hamil 38 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala hebat dan pandangan kabur sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 170/110 mmHg, proteinuria +++, edema pada wajah dan kedua tungkai, DJJ 140x/menit, VT pembukaan serviks 3 cm. Tiba-tiba pasien mengalami kejang tonik-klonik selama 2 menit. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

76 / 180

Ny. M umur 28 th, G2P1A0, datang ke Puskesmas pukul 14.00 WIB dengan keluhan mulas semakin sering sejak pukul 10.00 WIB. Pukul 12.30 WIB keluar cairan berwarna kehijauan kental dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, nadi 84 x/m, suhu 36,5°C, RR 22 x/m, his 4x dalam 10 menit lama 40 detik, DJJ 168 x/m. Pemeriksaan dalam: pembukaan 9 cm, selaput ketuban tidak teraba, teraba bagian kecil di samping kepala.

Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

77 / 180

Ny. R G3 P2 A0 usia 35 th, hamil 38 minggu, datang ke Puskesmas jam 10.00 WITA dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang sejak 2 jam lalu, disertai perdarahan pervaginam berwarna merah segar sebanyak 1 kain. Riwayat hipertensi sejak trimester II. TD 160/100 mmHg, TFU 33 cm, teraba 1 bagian besar janin, punggung kiri, DJJ 150 x/m, teraba bagian kecil janin di atas simfisis.

Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pada Ny. R adalah:

78 / 180

Ny. S usia 28 th, G3 P1 A1 hamil 38 minggu datang ke Puskesmas pukul 14.00 WITA dengan keluhan mulas semakin sering sejak pukul 10.00 WITA dan keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir pukul 12.00 WITA. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/m, his 4x dalam 10 menit lama 50 detik, DJJ 136 x/m. VT: portio tipis lunak, pembukaan 6 cm, selaput ketuban utuh, presentasi kepala, penurunan Hodge III, tidak teraba bagian kecil di sekitar presentasi.

Diagnosis yang paling tepat untuk kasus tersebut adalah?

79 / 180

Ny. S, 25 th, G1P0A0, datang ke PMB dengan keluhan mual muntah hebat lebih dari 10 kali sehari sejak 1 minggu terakhir. Ia mengaku tidak bisa makan dan minum sama sekali, lemas, dan pandangan berkunang-kunang. Tidak menstruasi 8 minggu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, Nadi 110 x/mnt, Suhu 37,8°C, RR 20 x/mnt. Konjungtiva anemis, turgor kulit menurun, dan nafas tercium bau aseton. PP test (+). Berdasarkan data tersebut, diagnosis yang paling tepat untuk Ny. S adalah?

80 / 180

Ny. S GII PI A0 usia 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar darah segar dari jalan lahir tanpa disertai nyeri perut. Darah keluar tiba-tiba saat ibu sedang tidur. Hasil pemeriksaan: DJJ 148x/menit, TFU 30 cm, presentasi kepala belum masuk PAP, TD 110/70 mmHg, Nadi 84x/menit, Suhu 36,5°C. Plasenta terletak di segmen bawah rahim menutupi ostium uteri internum.

Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

81 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan keputihan berwarna putih keabuan, berbau amis, dan terasa gatal. Dari hasil anamnesis, pasien mengaku sering menggunakan cairan pembersih kewanitaan dan baru saja menyelesaikan terapi antibiotik spektrum luas selama 7 hari untuk infeksi saluran pernapasan.

Berdasarkan gambaran klinis dan faktor risiko tersebut, apakah kemungkinan penyebab utama keluhan pasien?

82 / 180

Ny. M umur 21 tahun datang ke PMB dengan keluhan perut membesar dan terasa keras. Hasil pemeriksaan fisik: konjungtiva pucat, TFU 2 jari di bawah pusat, teraba massa padat dan tidak ada ballotement. Dari anamnesa, Ny. M mengaku belum pernah haid sama sekali, namun setiap bulan mengalami nyeri perut hebat siklik selama 4-7 hari. Dokter mendiagnosis adanya septum vagina transversum.

Apa diagnosis kebidanan yang paling tepat untuk kasus tersebut?

83 / 180

Ny. S umur 45 tahun P5 A2 datang ke PMB dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir setelah berhubungan intim. Hasil pemeriksaan: KU lemah, konjungtiva pucat, TD 100/70 mmHg, N 84 x/m, S 37,2°C, R 20 x/m, Hb 8 gram %. Dari anamnesis, Ny. S mengaku mengalami keputihan berbau anyir dan bercak darah spontan di luar siklus haid sejak 8 bulan terakhir.

Berdasarkan gejala klinis tersebut, diagnosis yang paling mungkin adalah...

84 / 180

Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke klinik dengan keluhan benjolan di payudara kanan sejak 4 bulan terakhir. Benjolan teraba keras, tidak teratur, dan terfiksasi pada dinding dada. Kulit di atas benjolan tampak kemerahan dan terdapat retraksi puting. Tidak ada riwayat trauma. Berdasarkan data tersebut, kemungkinan diagnosis pasien adalah...

85 / 180

Ny. R berusia 48 tahun, P3A1, datang ke klinik bidan dengan keluhan sejak 8 bulan terakhir siklus haid memanjang hingga 45-60 hari, darah haid sedikit dan berwarna kecokelatan. Pasien juga mengeluh sering tiba-tiba terasa panas menjalar dari dada ke wajah, berkeringat deras terutama malam hari, dan mudah tersinggung. Hasil anamnesis: menarche usia 10 tahun, tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.

Gejala klinis utama yang mengarah pada diagnosis Ny. R adalah...

86 / 180

Ny. M umur 28 tahun datang ke PMB dengan keluhan keluar cairan berwarna putih kekuningan dari puting payudara kanan, tidak disertai rasa nyeri, dan tidak ada benjolan. Keluhan ini muncul terutama saat payudara ditekan.

Data penunjang yang sesuai dengan kasus di atas perlu dikaji riwayat...

87 / 180

Ny. S berusia 28 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir sejak 3 hari yang lalu. Riwayat menstruasi sebelumnya teratur setiap 28 hari dengan durasi 5-6 hari. Saat ini ia mengeluhkan perdarahan yang lebih banyak dari menstruasi biasanya, disertai gumpalan darah dan nyeri perut bagian bawah yang hilang timbul. Ia juga mengaku terlambat haid selama 2 bulan. Hasil pemeriksaan fisik: konjungtiva pucat, TD 100/70 mmHg, nadi 98x/menit. Pemeriksaan dalam: serviks tertutup, uterus sebesar telur bebek, tidak ada massa adneksa. Tes kehamilan urin positif.

Berdasarkan data di atas, diagnosis yang paling mungkin pada Ny. S adalah...

88 / 180

Ny. S umur 49 tahun datang ke klinik dengan keluhan sejak 8 bulan terakhir siklus haid memanjang, kadang 2-4 bulan tidak haid, lalu haid berikutnya banyak dan lama. Ia juga mengeluh sering berkeringat di malam hari, vagina terasa kering, dan nyeri saat berhubungan. Hasil pemeriksaan: TD 140/85 mmHg, N 92 x/m, BB 72 kg, TB 158 cm.

Berdasarkan data di atas, Ny. S mengalami sindrom yang disebabkan oleh penurunan hormon...

89 / 180

Ny. M umur 48 tahun, mengeluh haid tidak teratur sejak 8 bulan terakhir. Setiap haid, darah keluar sangat banyak disertai gumpalan dan nyeri hebat. Hasil pemeriksaan fisik: TD 100/70 mmHg, N 110 x/menit lemah, R 28 x/menit. Pemeriksaan bimanual teraba pembesaran uterus tidak rata dan teraba nodul keras.

Berdasarkan data tersebut, kemungkinan diagnosis Ny. M adalah..

90 / 180

Ny. S umur 42 tahun, P3A0, datang ke PMB dengan keluhan nyeri perut bagian bawah sejak 3 hari terakhir, terutama saat menstruasi. Nyeri dirasakan semakin memberat dari siklus ke siklus. Ia juga mengeluh darah menstruasi yang banyak dan menggumpal. Hasil pemeriksaan fisik abdomen teraba massa padat di regio suprapubik, tidak mobile, dan sedikit nyeri tekan.

Pemeriksaan penunjang utama yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus di atas adalah..

91 / 180

Seorang bayi perempuan, lahir spontan, IMD berhasil, 1 hari yang lalu di puskesmas. Hasil pemeriksaan: BB 3200 gram, PB 50 cm. Tidak ditemukan kelainan kongenital, S 36,8°C. Saat ini dilakukan pemeriksaan refleks dengan cara memberikan rangsangan suara keras. Hasilnya kedua lengan bayi abduksi dan ekstensi, kemudian melakukan gerakan memeluk. Jenis refleks apakah yang ditunjukkan bayi pada kasus tersebut?

92 / 180

Seorang bayi perempuan, anak pertama, baru dilahirkan 8 jam yang lalu di BPM secara spontan. Riwayat kelahiran: bayi menangis kuat, usia gestasi 39 minggu, BB 2900 gram, PB 48 cm, sudah BAK 1 kali, sudah diberikan suntikan vitamin K1, imunisasi Hepatitis B0, dan salep mata antibiotik. Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

93 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir di bidan praktik mandiri. Riwayat kelahiran: usia gestasi 37 minggu, ketuban pecah dini 20 jam, air ketuban keruh dan berbau. Hasil pemeriksaan: bayi tampak lemas, suhu 37,9°C, pernapasan cuping hidung, refleks isap lemah. Diagnosis apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

94 / 180

Seorang bayi laki-laki, umur 5 hari, dibawa ke Puskesmas dengan keluhan kuning seluruh tubuh. Hasil anamnesis: bayi lahir spontan, cukup bulan, BBL 3100 gram, ASI eksklusif, ibu bergolongan darah O, ayah bergolongan darah AB. Hasil pemeriksaan: kuning terlihat pada wajah, dada, perut, telapak tangan dan kaki, FJ 130 x/menit, P 44 x/menit, S 36,8°C, refleks moro lemah. Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus tersebut?

95 / 180

Seorang bayi, umur 9 bulan, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 4 hari. Hasil anamnesis: BAB 5-6 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada lendir dan darah, minum kurang dari biasanya, rewel. Hasil pemeriksaan: kesadaran CM, suhu 37,8°C, nadi 140 x/menit, mata cekung, turgor kulit kembali lambat. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

96 / 180

Seorang anak perempuan, umur $2$ tahun, dibawa ibunya ke Puskesmas untuk pemantauan tumbuh kembang. Hasil anamnesis: anak belum bisa menyusun $3$ kubus dan belum bisa menunjuk $2$ bagian tubuh. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB $10{,}5\text{ Kg}$, PB $82\text{ cm}$, S $36{,}5^{\circ}C$, P $30\text{ x/menit}$. Hasil jawaban "Ya" pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berjumlah $6$. Kesimpulan tumbuh kembang yang paling tepat pada kasus tersebut adalah?

97 / 180

Seorang bayi perempuan, umur $9$ bulan, dibawa ibunya ke Puskesmas untuk imunisasi. Hasil anamnesis: bayi sehat, tidak ada keluhan. Hasil pemeriksaan: BB $8,2\text{ Kg}$, PB $72\text{ cm}$, S $36,5^{\circ}C$. Ibu mengatakan anaknya belum bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Hasil KPSP dengan jawaban "Ya" berjumlah $7$. Apakah interpretasi hasil KPSP pada kasus tersebut?

98 / 180

Seorang anak perempuan, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 3 hari. Hasil anamnesis: anak gelisah, BAB 5-7 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, haus dan minta minum terus. Hasil pemeriksaan: kesadaran gelisah, BB 11 kg, suhu 37,6°C, nadi 100 x/menit, pernapasan 30 x/menit, mata cekung, turgor kulit kembali lambat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

99 / 180

Seorang bayi laki-laki, umur $1$ tahun $3$ bulan, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak $3$ hari yang lalu. Hasil anamnesis: tinja cair seperti air cucian beras, tidak ada lendir darah, tidak ada muntah, menyusu kuat. Hasil pemeriksaan: BB $9,5\text{ Kg}$, PB $80\text{ cm}$, S $37,6^{\circ}C$, P $30\text{ x/menit}$, tidak ada tanda dehidrasi. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

100 / 180

Seorang bayi perempuan, umur 9 bulan, dibawa ibunya ke Puskesmas untuk imunisasi. Hasil anamnesis: bayi sehat, tidak ada keluhan, nafsu makan baik, riwayat imunisasi sebelumnya BCG, Polio 1-4, DPT 1-3, Hep.B 1-3, dan Campak. Hasil pemeriksaan: kesadaran compos mentis, BB 8,2 Kg, PB 70 cm, S 36,5°C, P 32 x/menit. Imunisasi apakah yang paling tepat diberikan pada kunjungan ini?

101 / 180

Seorang anak laki-laki, umur 3 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 6 minggu. Hasil anamnesis: batuk tidak disertai pilek, tidak ada demam, batuk berdahak, tidak ada sesak napas, nafsu makan cukup, riwayat imunisasi dasar lengkap. Hasil pemeriksaan: BB 12 kg, TB 92 cm, S 36,8°C, frekuensi napas 30x/menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

102 / 180

Seorang Bidan melakukan kunjungan neonatal pada bayi perempuan usia 5 hari. Ibu mengeluhkan bayinya sering menangis dan terdapat benjolan di kepala. Hasil pemeriksaan: BB 3100 gram, PB 48 cm, tampak pembengkakan di kepala bagian belakang, teraba keras, berbatas tegas pada tulang parietal kanan, tidak melewati sutura, kulit di atasnya berwarna kemerahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?

103 / 180

Seorang bayi perempuan lahir 3 jam lalu di Puskesmas, telah dilakukan IMD selama 1 jam dan asuhan bayi baru lahir 1 jam pertama. Hasil pemeriksaan: BB 2800 gram, PB 48 cm, Frekuensi Jantung 120 x/menit, S 36,8°C, gerak aktif, menangis kuat. Rencana prioritas apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

104 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya yang ke-2. HPHT: 15 Maret 2024, siklus haid teratur 28 hari. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 22 Desember 2024. TFU teraba 3 jari di bawah processus xiphoideus, punggung teraba di kiri, bagian terbawah teraba bulat dan keras. DJJ 140x/menit. Berapakah perkiraan usia kehamilan ibu tersebut?

105 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir pervaginam 30 menit yang lalu di Puskesmas. Hasil anamnesis: menangis kuat, berat lahir 2800 gram, panjang badan 49 cm, usia kehamilan 38 minggu. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 48 x/menit, frekuensi jantung 130 x/menit, suhu 36,8°C, tidak ada retraksi dada, warna kulit kemerahan, tonus otot baik. Apakah tindakan awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

106 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan, aterm 6 jam yang lalu di Puskesmas. Berat lahir 2900 gram, panjang badan 49 cm, ASI keluar lancar, hisapan bayi kuat. Hasil pemeriksaan: menangis kuat, warna kemerahan, gerakan aktif, frekuensi jantung 128 x/menit, suhu 36,7°C. Rencana asuhan apakah yang paling tepat diberikan sesuai kasus tersebut?

107 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir spontan di BPM, usia gestasi 39 minggu. Hasil pemeriksaan: BB 3000 gram, PB 49 cm, suhu 36,3°C, nadi 90 x/menit, badan dan ekstremitas berwarna merah, menangis kuat, gerakan sedikit, batuk saat dilakukan rangsangan taktil. Berapakah nilai Apgar Skor bayi sesuai kasus?

108 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir 1 jam yang lalu di Puskesmas. Hasil anamnesis: bayi menangis kuat, menyusu kuat, BAK dan BAB belum ada. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2300 gram, PB 45 cm, suhu 35,2°C, frekuensi jantung 128 x/menit, pernapasan 44 x/menit, refleks moro baik, dan tidak ditemukan kelainan fisik. Apakah asuhan awal yang paling tepat pada bayi tersebut?

109 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan 1 jam yang lalu di Puskesmas, BB 2100 gram, PB 45 cm. Usia kehamilan 38 minggu. Hasil pemeriksaan: frekuensi jantung 128 x/menit, kulit keriput, jaringan lemak subkutan tipis, refleks baik, tidak ada lanugo. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

110 / 180

Seorang bayi berusia sembilan bulan diantar ibunya ke Puskesmas untuk imunisasi. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, BB 8500 gram, riwayat imunisasi sebelumnya BCG, DPT-HB-Hib 3, Polio 4, dan Hepatitis B sudah diberikan sesuai jadwal. Apakah jenis imunisasi yang tepat diberikan saat ini?

111 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun, baru saja melahirkan bayi laki-laki secara spontan di Puskesmas. Hasil penilaian selintas menunjukkan bayi tidak menangis, gerakan sedikit, frekuensi jantung 70x/menit, warna kulit tubuh pucat dan ekstremitas biru. Berdasarkan kasus di atas, berapakah nilai APGAR pada menit pertama bayi tersebut?

112 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun, P1A0, melahirkan bayi laki-laki secara spontan di Puskesmas. Berat lahir 2800 gram, panjang badan 48 cm. Hasil penilaian selintas: bayi tidak menangis, tonus otot lemah, frekuensi jantung 70x/menit, warna kulit tubuh pucat dan ekstremitas biru. Apakah tindakan awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

113 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan di klinik bersalin dari ibu berusia 30 tahun dengan riwayat diabetes melitus gestasional. Berat lahir 4100 gram. Hasil penilaian selintas menunjukkan bayi menangis lemah, gerakan kurang aktif, HR 150 kali/menit, suhu 36,7 derajat Celsius, tampak gemetar pada kedua tangan. Apabila tidak segera dilakukan tindakan secara cepat dan tepat, apa kemungkinan yang akan terjadi pada bayi tersebut?

114 / 180

Seorang ibu berusia 29 tahun, telah melahirkan anak pertama. Bayi perempuan lahir spontan di klinik, BB Lahir 2100 gram, usia kehamilan 35 minggu. Hasil penilaian menunjukkan bayi tampak lemas, suhu 38,2°C, HR 170 x/mnt, RR 70 x/mnt, terdapat riwayat ketuban pecah 24 jam sebelum lahir. Apa faktor penyebab fetal dari diagnosa kasus tersebut?

115 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun melahirkan anak pertama perempuan 10 menit yang lalu di Puskesmas. Hasil pemeriksaan bayi: warna kulit tubuh kemerahan, ekstremitas biru, menangis lemah, gerakan sedikit fleksi, frekuensi jantung 90x/menit, reflek meringis saat dirangsang. Berapa nilai APGAR bayi tersebut?

116 / 180

Seorang bayi perempuan lahir 30 menit yang lalu di BPM dari ibu berusia 28 tahun G2P1A0. Hasil pemeriksaan awal: menangis kuat, warna kulit kemerahan, gerak aktif, frekuensi jantung 120 x/menit, reflek baik. Setelah 1 jam observasi, suhu aksila 31,5°C, bayi tampak letargi, malas menetek, ekstremitas teraba dingin, dan terdapat sklerema pada punggung. Apa diagnosis kasus tersebut?

117 / 180

Seorang ibu berusia 29 tahun melahirkan anak kedua perempuan 20 menit yang lalu di BPM. Hasil pemeriksaan awal: warna kulit kemerahan, menangis spontan, gerak aktif, frekuensi jantung 120x/menit, refleks baik. Setelah 2 jam observasi, suhu bayi 38,2°C, pernapasan 70x/menit, terdapat tarikan dinding dada, bayi letargi, dan malas menyusu. Apakah tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan?

118 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan 1 jam yang lalu di BPM. Hasil pemeriksaan diperoleh: gerakan aktif, BB 2400 gram, PB 47 cm, RR 42 x/menit, usia kehamilan saat lahir 39 minggu, dan tidak ditemukan kelainan. Dilihat dari usia kehamilan dan berat badan lahir, bayi tersebut termasuk kategori apa?

119 / 180

Seorang perempuan usia 28 tahun G2P1A0 datang ke BPM untuk kunjungan ulang. Hasil anamnesis: HPHT 12 Januari 2025, siklus 28 hari teratur. Hasil pemeriksaan fisik: TFU 3 jari di bawah processus xifoideus, bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul, DJJ 140x/menit. Kapankah taksiran persalinan pasien tersebut?

120 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan 2 jam yang lalu di BPM, hasil pemeriksaan diperoleh: menangis kuat, BB 2200 gram, PB 47 cm, RR 44 x/menit, usia kehamilan saat lahir 35 minggu, dan tidak ditemukan kelainan bawaan. Satu jam kemudian bayi mengalami penurunan suhu hingga 35,8°C. Apa asuhan yang paling tepat dilakukan bidan pada bayi tersebut?

121 / 180

Seorang ibu usia 29 tahun membawa bayi laki-laki usia 5 hari ke BPM untuk kunjungan ulang. Ibu mengeluh bayi menyusu sering tetapi durasi pendek. Riwayat neonatal BBL 3600 gram, hasil pemeriksaan BB sekarang 3240 gram, tali pusat kering dan tidak ada tanda infeksi. Berapa lama paling lambat berat badan bayi tersebut kembali ke berat lahir?

122 / 180

Seorang ibu berusia 28 tahun datang ke Puskesmas membawa bayinya yang berusia 5 hari untuk kunjungan neonatal. Ibu mengeluh bayinya sering menangis dan menyusu hanya sebentar-sebentar. Hasil pemeriksaan: berat lahir 3200 gram, berat sekarang 3050 gram, refleks hisap lemah, tali pusat masih basah dan tampak kemerahan di pangkal tanpa pus. Apakah tindakan prioritas bidan terkait kondisi tali pusat tersebut?

123 / 180

Seorang ibu berusia 29 tahun datang ke Puskesmas membawa bayinya yang berusia 5 hari. Ibu mengeluhkan bayinya sering menangis dan rewel. Hasil pemeriksaan: BB lahir 3200 gram, BB sekarang 3050 gram, refleks hisap lemah, dan frekuensi menyusu hanya 5-6 kali sehari. Tidak ditemukan tanda infeksi tali pusat. Apakah penyebab paling mungkin dari kondisi bayi tersebut?

124 / 180

Seorang ibu telah melahirkan anak keenam 2 hari yang lalu di rumah, persalinan spontan ditolong oleh paraji. Bayi lahir tidak langsung menangis dan gerakannya kurang aktif. Saat ini berat badan bayi 2500 gram, nifas ibu normal. Bagaimanakah perawatan bayi di rumah yang paling tepat untuk mencegah hipotermi?

125 / 180

Seorang ibu berusia 29 tahun membawa bayi laki-laki usia 5 hari ke BPM untuk kunjungan ulang. Ibu mengeluh bayinya menetek kurang adekuat dan sering tertidur saat menyusu. Riwayat neonatal berat lahir 3300 gram, saat ini berat badan 3150 gram, tali pusat belum puput tetapi tidak ada tanda infeksi. Kapan pemberian ASI yang dianjurkan pada bayi tersebut?

126 / 180

Seorang ibu berusia 29 tahun, P2 A0, 5 menit yang lalu melahirkan bayi laki-laki secara spontan di Puskesmas, BB Lahir 3100 gr. Hasil pemantauan Apgar Score menunjukkan bayi menangis lemah, gerakan sedikit fleksi, HR 80 x/mnt, badan merah tetapi ekstremitas biru, dan meringis saat dirangsang. Setelah dilakukan pembersihan jalan napas dan rangsangan taktil selama 30 detik, bayi masih belum menangis dan HR 80 x/mnt. Tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya?

127 / 180

Seorang perempuan melahirkan bayi di BPM dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, lingkar dada 31 cm, lingkar kepala 34 cm. Hasil pemeriksaan lain: frekuensi jantung 80 x/menit, suhu 36,6°C, wajah dan ekstremitas tampak biru, gerakan lemah. Apakah diagnosis pada bayi baru lahir tersebut?

128 / 180

Seorang bayi laki-laki berusia 2 jam lahir spontan di BPM. Hasil pemeriksaan: berat badan 2700 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 34 cm, lingkar dada 31 cm, suhu 36,8°C, denyut jantung 160 x/menit, frekuensi napas 72 x/menit, tampak retraksi dinding dada dan sianosis pada bibir serta ujung jari. Apakah asuhan awal yang paling tepat pada bayi tersebut?

129 / 180

Seorang ibu membawa bayinya ke posyandu usia 10 bulan, BB anak 8200 gram, BB bulan lalu 7900 gram. Apakah kesimpulan bidan dari kasus tersebut?

130 / 180

Seorang bayi berusia 3 hari dibawa ke BPM dengan keluhan tidak mau menetek. Hasil pemeriksaan: bayi tampak lemas, refleks hisap lemah, akral dingin, suhu 35,2°C, tali pusat basah dan berbau. Apakah tindakan segera yang harus dilakukan bidan?

131 / 180

Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 10 hari ke Puskesmas dengan keluhan bayi rewel dan tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan: bayi tampak kaku, mulut mencucu, terdapat luka bekas sayatan pada gusi, dan tali pusat basah berbau. Suhu 38,5°C. Apakah kemungkinan penyebab utama kondisi bayi tersebut?

132 / 180

Seorang perempuan usia 28 tahun melahirkan di puskesmas pada usia kehamilan 38 minggu. Hasil pemeriksaan bayi baru lahir: berat badan 2100 gram, panjang badan 44 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 27 cm. Kulit tampak keriput, jaringan lemak subkutan sangat tipis, rambut lanugo masih banyak di punggung dan bahu, telapak kaki halus tanpa garis, dan tulang rawan telinga belum terbentuk sempurna. Apakah klasifikasi neonatus yang paling tepat untuk kasus tersebut?

133 / 180

Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 5 hari ke Puskesmas dengan keluhan bayi tampak kuning hingga ke perut bagian bawah. Ibu mengatakan ASI lancar dan bayi menyusu kuat setiap 2 jam. Hasil pemeriksaan: kesadaran aktif, BB 3100 gram (lahir 3000 gram), suhu 36,8°C, sklera ikterik. Kadar bilirubin total 13 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus tersebut?

134 / 180

Seorang ibu membawa bayinya berusia 4 hari ke Polindes karena ASI belum lancar dan bayi tampak kuning. Hasil pemeriksaan: sklera mata ikterus, suhu 36,8°C, BB 3100 gram. Apakah rencana tindakan yang paling tepat dilakukan bidan?

135 / 180

Seorang ibu postpartum hari ke-2 mengeluh nyeri hebat di area luka jahitan perineum. Hasil pemeriksaan luka tampak kemerahan, edema, dan keluar cairan purulen berbau. Suhu ibu 38,5°C, TD 110/70 mmHg, nadi 92x/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus tersebut?

136 / 180

Seorang ibu membawa bayinya yang berusia $4\text{ bulan}$ ke posyandu dengan keluhan diare sejak $2\text{ hari}$ yang lalu. Hasil pemeriksaan didapatkan bayi rewel, mata cekung, turgor kulit kembali lambat, dan cubitan kulit perut kembali sangat lambat. Berdasarkan MTBS, klasifikasi dehidrasi apakah yang tepat pada kasus ini?

137 / 180

Bayi laki-laki usia $5\text{ hari}$ dibawa ke Puskesmas dengan keluhan kulit tampak kuning hingga ke perut bagian bawah. Ibu mengatakan bayi lahir spontan cukup bulan dengan BB lahir $3100\text{ gr}$, mulai tampak kuning sejak usia $2\text{ hari}$, dan saat ini bayi tampak lemas serta malas menyusu. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar bilirubin total $16\text{ mg/dL}$ dengan bilirubin direk $1.2\text{ mg/dL}$. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?

138 / 180

Bayi laki-laki usia $5\text{ hari}$ dibawa ke Puskesmas dengan keluhan kulit tampak kuning hingga dada dan perut sejak $2\text{ hari}$ lalu. Bayi lahir spontan cukup bulan dengan BB lahir $3100\text{ gr}$. Ibu mengatakan bayi masih mau menyusu namun sering mengantuk. Hasil pemeriksaan fisik: bayi aktif, refleks hisap baik, kuning tampak hingga abdomen bagian bawah. Kadar bilirubin total $14\text{ mg/dL}$ dengan bilirubin direk $0,8\text{ mg/dL}$. Apakah tatalaksana awal yang paling tepat pada kasus ini?

139 / 180

Seorang bayi perempuan lahir di Puskesmas secara spontan pada usia kehamilan 37 minggu. Berat lahir 2100 gram, panjang badan 47 cm. Saat lahir menangis kuat, tonus otot baik, refleks hisap kuat, warna kulit kemerahan. Apakah klasifikasi neonatus yang paling tepat?

140 / 180

Bayi perempuan lahir di rumah sakit dengan lahir spontan, aterm, letak belakang kepala, BB lahir 4000 gram, panjang badan 52 cm. Ibu memiliki riwayat diabetes melitus gestasional. Saat lahir bayi menangis kuat, refleks menghisap baik, gerakan aktif, warna kulit merah jambu. Apakah komplikasi yang paling mungkin terjadi pada bayi tersebut?

141 / 180

Bayi perempuan lahir di BPM secara spontan, aterm, letak belakang kepala, berat lahir 2100 gram, panjang badan 48 cm. Saat lahir bayi menangis kuat, refleks menghisap baik, gerakan aktif, dan warna kulit merah jambu. Perawatan apakah yang paling tepat pada bayi tersebut?

142 / 180

Bayi perempuan lahir di puskesmas, spontan, cukup bulan, BB lahir $3000 ext{ gr}$. Sejak 2 hari yang lalu tampak kuning, bayi tampak lemah dan tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan bilirubin total $15 ext{ mg/dL}$ dengan bilirubin direk $1{,}2 ext{ mg/dL}$. Pada pemeriksaan fisik didapatkan warna kuning pada wajah, dada, perut, paha, dan telapak kaki. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

143 / 180

Seorang bayi perempuan lahir di puskesmas secara spontan, usia gestasi 38 minggu, BB lahir 3000 gram. Pada hari ketiga, bayi tampak kuning hingga ke perut bagian bawah. Ibu mengatakan bayi menyusu kuat dan BAK cukup. Hasil pemeriksaan bilirubin total serum 10 mg/dL. Berdasarkan pembagian zona Kramer, sampai zona berapakah ikterus pada bayi tersebut?

144 / 180

Bayi perempuan lahir di klinik bersalin, cukup bulan, BB lahir 3100 gram, usia 3 hari. Ibu mengeluh bayi kuning sejak 1 hari dan tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan bilirubin indirek 18 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik didapatkan warna kuning pada kepala, leher, badan atas, badan bawah, tungkai, dan telapak tangan. Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus ini?

145 / 180

Bayi laki-laki usia 1 hari dirawat di ruang perinatologi. Lahir cukup bulan dengan tindakan forceps, BB lahir 3600 gram, menangis kuat, refleks menghisap baik, gerakan aktif, kulit kemerahan. Ibu mengeluh terdapat benjolan di kepala bayi sejak 6 jam setelah lahir. Hasil pemeriksaan didapatkan benjolan pada kepala di daerah parietal kanan, tidak melintasi garis sutura, teraba fluktuasi. Apakah diagnosis pada kasus tersebut?

146 / 180

Bayi laki-laki lahir di rumah sakit dengan riwayat persalinan forceps, berat badan lahir 4200 gram, menangis kuat, gerakan aktif, warna kulit merah muda. Pada pemeriksaan kepala ditemukan benjolan di parietal kiri, tidak melintasi garis sutura, teraba fluktuasi, dan batas tegas. Apakah faktor predisposisi utama pada kasus tersebut?

147 / 180

Seorang bayi lahir di Puskesmas secara spontan 30 menit yang lalu dengan berat lahir 2600 gram, panjang badan 47 cm, dan usia kehamilan saat lahir 37 minggu. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah klasifikasi bayi tersebut berdasarkan berat lahir dan usia kehamilan?

148 / 180

Seorang bayi lahir di Puskesmas 30 menit yang lalu secara pervaginam dengan berat lahir 2200 gr, panjang badan 45 cm, frekuensi napas 50 x/menit, dan usia kehamilan 35 minggu. Pemeriksaan fisik tidak menemukan adanya kelainan kongenital maupun tanda gawat napas. Apakah tindakan prioritas yang paling tepat untuk bayi tersebut?

149 / 180

Seorang bayi laki-laki cukup bulan lahir spontan di Puskesmas dengan berat 3200 gram, air ketuban jernih. Bayi tidak segera menangis, tonus otot lemas, dan warna kulit kebiruan. Bidan telah melakukan langkah awal resusitasi dan ventilasi tekanan positif selama 30 detik. Evaluasi menunjukkan frekuensi jantung 50 kali per menit dan bayi masih apnea. Apakah tindakan bidan selanjutnya?

150 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir spontan dari ibu dengan ketuban pecah dini lebih dari 18 jam di rumah sakit, usia kehamilan 36 minggu, berat lahir 2500 gram, saat lahir menangis kuat dan suhu tubuh 36,5°C. Apa penyulit yang harus diwaspadai pada bayi tersebut?

151 / 180

Bayi laki-laki lahir di rumah sakit dengan riwayat persalinan forceps, berat badan lahir 4200 gram, menangis kuat, gerakan aktif, warna kulit merah muda. Pada pemeriksaan kepala ditemukan benjolan di parietal kiri, tidak melintasi garis sutura, teraba fluktuasi, dan batas tegas. Apakah faktor predisposisi utama pada kasus tersebut?

152 / 180

Seorang bayi lahir dari ibu dengan riwayat ketuban pecah dini 24 jam dan demam intrapartum di rumah sakit dengan berat lahir 2900 gram, usia kehamilan 38 minggu. Saat lahir bayi menangis kuat dan bernapas spontan. Setelah 6 jam kelahiran, bayi tampak letargis, malas minum, suhu 38,4°C, dan frekuensi napas 64x/menit. Tindakan apa yang harus dilakukan bidan?

153 / 180

Seorang ibu berusia 24 tahun, P1A0, melahirkan 3 hari yang lalu secara spontan di BPM. Bayi lahir dengan berat 3200 gram, saat ini berat bayi 2950 gram. Ibu mengeluh bayinya sering menangis meskipun sudah disusui, dan puting susu terasa perih saat menyusui. Hasil pemeriksaan: puting susu tampak kemerahan dan terdapat fisura halus. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

154 / 180

Seorang perempuan berusia 35 tahun hamil 33 minggu datang ke bidan praktik mandiri dengan keluhan mulas ingin meneran. Dua jam kemudian bayi lahir spontan, menangis kuat, BB 2300 gram, PB 47 cm, pernapasan 44 x/menit. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan. Apakah asuhan yang paling tepat pada bayi tersebut?

155 / 180

Seorang perempuan berusia 36 tahun hamil 7 bulan datang ke bidan praktik swasta dengan keluhan mulas ingin meneran. Satu jam kemudian bayi lahir spontan, aktif, BB 1800 gram, PB 44 cm, pernapasan 56 x/menit. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan. Apakah kesulitan adaptasi yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

156 / 180

Seorang perempuan berusia 38 tahun merasa hamil 8 bulan datang ke bidan praktik swasta dengan keluhan mulas sejak 2 jam. Satu jam kemudian bayi lahir spontan, aktif, BB 1900 gram, PB 45 cm, suhu aksila 36,1°C, pernapasan 44 x/menit. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan kongenital. Apakah asuhan utama yang paling tepat pada bayi baru lahir tersebut?

157 / 180

Seorang perempuan berusia 36 tahun merasa hamil 8 bulan datang ke bidan praktik swasta dengan keluhan mulas. Satu jam kemudian bayi lahir spontan, menangis lemah, BB 1900 gram PB 44 cm, pernapasan 30 x/menit. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan kongenital. Setelah 30 menit bayi tampak lemas dan suhu tubuh 35,2°C. Apakah asuhan yang paling tepat diberikan pada bayi tersebut?

158 / 180

Seorang ibu membawa bayinya yang cukup bulan berumur $4$ hari ke posyandu. Berat lahir bayi $3200$ gram, sedangkan berat badan sekarang $3050$ gram. Bayi menyusu kuat, tidak tampak kuning, dan tali pusat kering. Berapa hari penurunan berat badan bayi akan pulih?

159 / 180

Seorang ibu membawa bayinya berusia 14 hari ke posyandu. Bayi lahir dengan berat 3200 gram, saat ini beratnya 3100 gram. Ibu mengatakan bayi menyusu kuat, tidak muntah, dan buang air kecil 6-7 kali sehari. Tali pusat sudah puput tanpa tanda infeksi. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus ini?

160 / 180

Seorang ibu membawa bayinya berumur 6 hari ke polindes. Berat lahir 2800 gram, berat sekarang 2500 gram. Bayi menetek kuat, tali pusat tidak ada tanda infeksi. Apakah asuhan yang paling tepat diberikan pada bayi tersebut?

161 / 180

Seorang ibu membawa bayinya berumur 6 hari ke polindes. Berat lahir 3200 gram, berat sekarang 3100 gram. Bayi menetek kuat, tali pusat tidak ada tanda infeksi. Informasi apakah yang paling tepat diberikan sebelum ibu pulang?

162 / 180

Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 4 hari ke Puskesmas dengan keluhan belum BAB sejak lahir. Bayi lahir spontan, berat lahir 3200 gram. Pada pemeriksaan fisik tampak perut membuncit dan bayi tampak rewel. Bidan mencurigai adanya Hirschsprung disease. Untuk memperkuat dugaan tersebut, bidan akan melakukan pemeriksaan colok anus. Apakah temuan khas yang diharapkan dari pemeriksaan colok anus pada kasus ini?

163 / 180

Seorang bayi laki-laki lahir 18 jam yang lalu di rumah, BB 2600 gram, air ketuban keruh dan berbau. Ibu mengalami demam saat persalinan. Bayi tampak malas minum, suhu 38,7°C, dan dokter mendiagnosis sepsis neonatorum. Apakah gejala lain yang paling mungkin menyertai?

164 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun, P1A0, post partum hari ke-2 di RS. Bayi lahir spontan dengan berat 3200 gram, kondisi sehat. Bidan menganjurkan ibu dan bayi dirawat dalam satu ruangan yang sama. Apakah manfaat rawat gabung dari aspek fisiologis ibu pada kasus tersebut?

165 / 180

Seorang bayi perempuan, lahir 30 menit yang lalu di Puskesmas dengan berat lahir 2800 gram, menangis kuat, gerakan aktif. Bidan akan memberikan salep mata untuk pencegahan oftalmia neonatorum. Apakah jenis antibiotik yang tepat digunakan?

166 / 180

Bayi lahir spontan di BPM, usia kehamilan 38 minggu, BB 2900 gram, air ketuban jernih. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi selama 30 detik, bayi masih tidak menangis, tonus otot lemas, frekuensi jantung 70x/menit, dan warna kulit sianosis sentral. Apakah tindakan yang paling tepat selanjutnya?

167 / 180

Seorang bidan di Puskesmas akan memberikan imunisasi campak kepada bayi usia 9 bulan. Saat memeriksa VVM pada vaksin campak, didapatkan kondisi C. Apakah tindakan yang paling tepat?

168 / 180

Seorang bayi perempuan, lahir spontan di RS, usia 8 jam, BB 1700 gram, masa gestasi 31 minggu. K/u baik, dirawat di ruang perinatologi dalam inkubator. Bayi didiagnosis BBLR. Masalah metabolik apakah yang paling sering terjadi pada kasus tersebut?

169 / 180

Bayi cukup bulan lahir di BPM dengan berat badan 3000 gram, tidak menangis, tonus otot lemas, dan warna kulit pucat. Bidan telah melakukan langkah awal resusitasi dan VTP 20 kali dalam 30 detik. Evaluasi menunjukkan denyut jantung bayi 50 kali/menit. Bidan memutuskan melakukan kompresi dada. Berapakah kecepatan kompresi dan ventilasi yang tepat per menit?

170 / 180

Seorang ibu membawa bayinya berumur 5 hari ke BPM dengan keluhan bayi tidak mau menyusu, badan teraba dingin, dan tampak kebiruan pada ujung jari. Hasil pemeriksaan: frekuensi napas 64 kali/menit, denyut jantung 170 kali/menit, suhu 35,8°C, tampak retraksi dinding dada. Bidan mendiagnosis bayi mengalami sepsis neonatorum dan memutuskan merujuk ke rumah sakit. Sebelum dirujuk, bidan melakukan stabilisasi keadaan umum bayi. Apakah tujuan utama stabilisasi pada kasus tersebut?

171 / 180

Bayi laki-laki umur 2 bulan, BB 5000 gram, keadaan umum baik, dibawa ibunya ke Puskesmas karena ingin mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib. Berapakah dosis vaksin yang diberikan pada kasus tersebut?

172 / 180

Seorang perempuan berusia 28 tahun melahirkan anak kedua secara pervaginam di Puskesmas, 5 menit yang lalu. Hasil pemantauan menunjukkan bayi tidak menangis, tonus otot lemas, HR 80 x/mnt, warna kulit pucat, dan tidak ada respons terhadap rangsangan. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

173 / 180

Bayi baru lahir secara spontan di BPM, usia kehamilan 35 minggu, berat 2100 gram, riwayat ketuban pecah dini 20 jam. Hasil pemeriksaan segera setelah lahir: frekuensi jantung 90x/menit, pernapasan tidak teratur, tonus otot sedikit fleksi, refleks meringis saat dirangsang, tubuh kemerahan dengan ekstremitas biru. Apa diagnosis paling mungkin pada kasus di atas?

174 / 180

Bayi cukup bulan lahir spontan di BPM dengan usia kehamilan 39 minggu, berat lahir 3100 gram, dan air ketuban jernih. Setelah dilakukan HAIKAP, bayi masih megap-megap, frekuensi jantung 80 kali per menit, tonus otot lemas, dan sianosis sentral. Apakah tindakan paling tepat selanjutnya?

175 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu nifas hari ke-4. Ibu mengeluh ASI tidak lancar, bayi rewel, dan payudara terasa penuh serta nyeri. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, S 38,2°C, payudara bilateral membesar, tegang, kemerahan, dan teraba hangat. Puting susu tampak lecet. Bagaimana penatalaksanaan awal yang paling tepat pada kasus ini?

176 / 180

Bayi baru lahir secara spontan letak kepala di BPM, awalnya tidak menangis, pernapasan megap-megap, tonus otot lemah, warna kulit kebiruan, dengan riwayat ketuban bercampur mekonium dan usia kehamilan 42 minggu. Setelah 2 menit dilakukan tindakan resusitasi, didapatkan bayi menangis, RR 50 x/menit, HR 120 x/menit, warna kulit kemerahan, tonus otot membaik, dan keadaan umum membaik. Apa langkah selanjutnya yang tepat pada bayi tersebut?

177 / 180

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu nifas hari ke-5. Ibu mengeluh ASI tidak lancar, bayi rewel, dan ibu terlihat cemas. Hasil pengkajian: putting susu datar, bayi BAK 6 kali sehari, BAB 3 kali sehari warna kuning, berat lahir 3000 gram, berat sekarang 2850 gram. Apakah prioritas asuhan kebidanan yang paling tepat pada kasus tersebut?

178 / 180

Seorang bayi perempuan lahir spontan di BPM, cukup bulan, langsung menangis kuat. Pada hari ke-5, ibu membawa bayinya kontrol dengan keluhan bayi tampak kuning. Hasil pemeriksaan: BB=3100 gr, PB=49 cm, S=36,8°C, N=120 x/menit, P=44 x/menit, sklera ikterik, kulit kuning sampai daerah pusar, refleks hisap kuat, bayi aktif, BAB dan BAK normal. Riwayat ibu tidak ada diabetes, golongan darah ibu O dan ayah AB. Apakah diagnosis yang paling tepat?

179 / 180

Seorang bayi umur 1 hari, lahir spontan cukup bulan, tidak ada kelainan kongenital, dibawa ke BPM. Didapatkan data BB = 2800 gr, PB = 48 cm, P = 48 x/menit, S = 36,0°C, N = 120 x/menit, akral dingin, tidak ada ikterus, bayi menyusu kuat. Riwayat kesehatan keluarga baik. Apa tindakan yang paling tepat pada kasus bayi di atas adalah

180 / 180

Seorang bayi laki-laki umur 5 hari dibawa ke BPM karena tidak mau menyusu. Riwayat lahir spontan di rumah ditolong dukun, tali pusat dipotong menggunakan bambu. Hasil pemeriksaan didapatkan BB=2800 gram, PB=47 cm, P=60 x/menit, S=37,8°C, N=160 x/menit, akral dingin, tali pusat kemerahan, bengkak, dan keluar nanah. Data apalagi yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis kasus tersebut?

Shopping Cart
  • Your cart is empty.
Scroll to Top